Mar 26 2008
Tulang Kok Disate?
Saya sering memperhatikan, kalau sedang pulang lewat Margonda, ada penjual sate yang namanya unik. Sate Tulang Tipsy Top, lokasinya di area Kampus Gunadarma yang di Margonda, tepatnya di sebelah toko pakaian bayi Tasya.
Curiosity got the best of me, maka pada Senin (24/3/2008) lalu saya menyempatkan diri untuk membeli sebungkus sate itu. Ternyata memang benar di menu tertera: sate tulang (Rp 20 k).
Di rumah, kami membuka kemasannya dan terkesiap saat melihat ‘bongkahan’ sate yang besar-besar. “Ini maksudnya sate buat ngegedein tulang kali ya?”
Ternyata eh ternyata.. yang disate itu memang tulang. Tepatnya, bagian iga ayam yang banyak tulang dtapi juga banyak dagingnya.
“Penjualnya cerdas nih,” kata Hes, “berarti nggak ada yang kebuang!”
“Dan juga ngga maksain semua daging disate, karena kalo begitu kan bakal kecil-kecil bongkahannya,” timpal saya.
Yang unik dari sate ini adalah bumbunya. Bisa dilihat pada gambar, ada saus warna merah yang dituangkan di atas sate. Agaknya bumbu itu terdiri dari asem jawa, cabe dan mungkin kacang. Hmmm.. lezat! (manis-pedas-gurih)
Selain sate Tulang, Tipsy Top itu juga menjual sate daging, sate kulit dan… sate brutu alias pantat ayam!
