Masakan Praktis dari Dapur Rumah Kayu
Setelah menerima buku Senandung Cinta Dari Rumah Kayu (SCRK), saya bergegas menuju Bab IV. Sudah bisa ditebak Bab IV yang saya pilih mengenai apa. Yup, Dapur!
Ada lima tulisan dalam bab Dapur ini, saya membacanya sambil duduk di samping meja dapur menunggu sayur sup saya matang. Seperti biasa saya memfokuskan diri saya pada sesuatu hal yang berbau resep masakan
Dalam salah satu tulisan di bab Dapur SCRK, mba Dee, salah satu penulis SCRK, menyuguhkan menu praktis: Tumis Bunga dan Daun Pepaya. Masakan sederhana yang sarat makna. Rumah Kayu kerap membuat resep dalam bentuk narasi yang menarik. Trik dan tips dalam mengolah suatu bahan pun ditulis ’sambil lalu’ dalam sebuah cerita.
…
Sementara itu di dapur, Dee menyiangi daun dan bunga pepaya yang kemudian direbusnya. Dia memisahkan rebusan bunga dan daun pepaya. Rebusan daun pepays diberinya sedikit garam. Nanti, saat diangkat dari rebusan, daun pepay itu diperas agar rasa pahitnya berkurang, baru ndipotong-potong.
Ada banyak trik untuk mengurangi rasa pahit pada daun pepaya diantaranya adalah seperti yang sudah disebutkan dalam SCRK tersebut. Cara yang lain adalah penambahan daun jambu biji pada saat perebusan. Alternatif lain adalah daun singkong dan atau daun jambu mete.
Ada juga yang bilang penambahan baking soda akan membuat daun pepaya lebih cepat empuk dan mempertahankan warna hijau daun.
Seperti Dee, istri di Rumah Kayu, yang mungkin terbiasa (hanya) menggunakan garam dalam air rebusan daun pepaya, masing-masing orang memiliki kebiasaan khas dalam mengolah masakannya. Saya menyebutnya gaya memasak.
Gaya memasak seseorang biasanya lahir dari kebiasaan, kondisi dan selera keluarganya. Saya misalnya, banyak masakan saya tergolong praktis dan cepat membuatnya, alasannya karena saya memiliki dua balita yang tak bisa saya tinggal lama untuk menyiapkan menu yang perlu waktu lama mengolahnya.
Berbeda juga dengan Dee yang merebus dulu bunga pepaya untuk menghilangkan pahitnya, saya memilih untuk langsung memasaknya setelah dicuci bersih. Semua orang punya gaya
Tumis Bunga dan Daun Pepaya a la Dapur RumahKayu
Bahan:
- 1oo gram ikan teri
- 1 oo gram daun pepaya, siangi
- 150 gram bunga pepaya, siangi
- 8 buah bawang merah, iris halus
- 5 siung bawang putih, iris halus
- 10 buah cabai merah, iris
- 8 buah cabai rawit, iris
- 3 cm lengkuas, memarkan
- 3 lembar daun salam
- 1/4 sdt gula
- 1 sdt garam
- 3 sdm minyak untuk menumis
- 250 ml minyak untuk menggoreng
Cara membuat:
- Goreng teri hingga matang, sisihkan
- Goreng cabai rawit sebentar, sisihkan
- Rebus bunga pepaya sekitar 3 menit, sisihkan
- Rebus daun pepaya, tambahkan 1 sdm garam ke dalam air rebusan, rebus hingga daun empuk. Angkat dan tiriskan. Banjur dengan air dingin lalu peras. Potong-potong, sisihkan
- Tumis irisan bawang putih dan bawang merah hingga harum
- Masukkan cabai merah, lengkuas dan daun salam, masak hingga layu
- Masukkan bunga dan daun pepaya yang telah disiapkan
- Tambahkan garam dan gula, aduk rata
- Masukkan cabai rawit dan teri yang telah disiapkan, aduk rata
- Angkat dan sajikan
Walau terkadang berbeda gaya ada kalanya seseorang memiliki kebiasaan yang serupa di dapur. Seperti Dee yang tak suuka menambahkan kaldu instan atau bahan penyedap instan ke dalam masakannya begitu juga saya.
Penambahan kaldu instan menurut saya justru menutup rasa asli dari enaknya bahan utama yang diolah. Belum lagi berita simpang siur mengenai bahaya penambahan bahan penyedap makanan serupa MSG (Monosodium Glutamat) dalam makanan. Seperti kata suami saya, ‘Better to be save than to be sorry kan?’
Saya sudah mencoba resep Dee dalam SCRK. Untuk sebuah masakan praktis, masakan ini cukup istimewa. Ah, tentu saja istimewa kan dibuatnya dengan cinta seperti yang selalu disenandungkan di Rumah Kayu
Tetapi ada satu pertanyaan saya, apakah pohon pepaya di halaman Rumah Kayu tak terlalu tinggi sehingga Kuti, suami di Rumah Kayu, mudah memetik daun dan bunganya atau ia harus memanjat demi permintaan istri tercinta?
Haha ..






January 21, 2010 @ 14:39
emm…
jadi laper ni…
January 21, 2010 @ 16:11
terima kasih atas resepnya
January 21, 2010 @ 22:22
@nova: alo nova
terima kasih sudah mampir ..
@sewamobil: resep dari rumahkayu
January 25, 2010 @ 11:58
Kebetulan bunga pepaya dihalaman rumah lagi ranum, aku mau panen dan masak dengan resepnya Hes
January 25, 2010 @ 11:59
Eh lupa , resepnya rumah kayu sm Hes
January 25, 2010 @ 16:04
klo liat bunga pepaya dan dimasak kek mba Hes ini, aku jadi inget masa kecilku..hehe
pertama kali bisa masak. yah masak bunga pepaya ini
January 25, 2010 @ 16:18
@anny:
sok atuh mangga teh ani
@melly: waaa, hebat mel, saya justru baru sekarang suka daun dan bunga pepaya. waktu kecil mah boro-boro
January 26, 2010 @ 04:02
Dijajal ahk..
January 26, 2010 @ 05:00
wah.. resepnya sangat oke.
just info: kalau butuh akses internet murah bisa mampir di HamaSale Shop.
thanks sobat semua..
January 26, 2010 @ 07:40
@cyperus: frans apakabarrr?
thx yaa ..
@hamasale: resep rumahkayu memang oke
January 29, 2010 @ 09:29
Oo..dicampur daun jambu biji bisa juga ya Hes? Sip..kiat baru nih.. Kalo yg daun singkong&jambu mete aku tahu..yg jambu biji baru tahu sekarang
Dan..haha,aku ngakak baca pertanyaan nakal tentang tinggi tidaknya pohon pepaya di rumah kayu itu..
d.~
January 29, 2010 @ 15:47
@’dee: jadi tinggi apa tidak pohon pepayanya?
May 13, 2011 @ 15:07
info yang bagus