Nasi Uduk dan Kecap

23 Nov 2010

Saya sempat bersekolah di SMP Negeri 1 Cilegon selama 1 tahun. Masuk di kelas 1 tahun 1994, saya buta sama sekali soal kota ini. Hari pertama pulang saya hampir putus asa karena tidak berani bertanya. Berjalan sekitar 1 km ke arah komplek rumah saya akhirnya saya nekat naik bis yang searah berharap arahnya tepat dan saya bisa turun di depan komplek.

Kebetulan sekali ternyata ada beberapa teman baru satu kelas yang ada di bis tersebut. Memberanikan diri bertanya, saya lega sekali karena bis ini memang menuju komplek tempat kami tinggal. Teman yang akhirnya bertemu lagi di Facebook setelah hampir 15 tahun tak pernah saling kontak.

Mengobrol lagi di ruang chat di FB, ia memberi saya pelajaran baru: Memberi simpati itu memang baik tapi terkadang kita memang tak benar-benar tahu apa yang sesungguhnya dihadapi atau dirasakan oleh orang lain. Istilahnya bicara itu mudah, prakteknya yang sulit ;) Thx ya ti ..

Satu tahun di SMPN 1 Cilegon ada dua hal yang paling saya ingat, persahabatan saya dengan tiga orang teman dan nasi uduk.

Setiap kali jam istirahat, kami biasanya akan keluar halaman sekolah untuk mencari jajanan. Jajanan yang ditawarkan memang tidak seragam sekarang. Seingat saya hanya ada limun yang berwarna-warni, rujak dalam kantung plastik kecil, dan sebuah kios nasi uduk.

Jika kami mampir ke kios nasi uduk tersebut kami akan memesan satu porsi nasi lengkap dengan bakwan yang dicabik-cabik dan guyuran sambal merah. Sebelum menyantapnya kami memberi kecap untuk kemudian diaduk bersama semua toping di atas nasi tersebut. Kecap untuk nasi uduk? :lol:

Percaya ngga percaya, kecap memberikan nuansa lain saat menikmati nasi uduk, paling tidak untuk saya. Sampai sekarang saya masih menikmati nasi uduk dengan kecap. Mungkin rasanya seperti nostalgia. Nostalgia yang menyenangkan yang tertanam di dalam otak turun ke indera pengacap. Hehe.

Wicak pernah bilang memberi kecap pada masakan yang sebenarnya tidak membutuhkan kecap bisa menyinggung sang juru masak. Seperti (yang pernah saya dengar) Obama yang menambahkan hot sauce di makanannya padahal orang Amerika tidak punya kebiasaan itu. Seakan-akan masakan yang disajikan tidak cukup enak tanpa tambahan saus atau kecap.

Kalau saya dan Wicak sih penggemar kecap, jadi kadang tambahan kecap bukan karena masakan kurang enak tapi karena kita memang doyan sama kecap. Kebiasaan yang menurun pada anak bungsu saya. Dia selalu minta nasi, kecap, dan bawang goreng untuk makan siang atau malam. Jika saya tambahkan lauk, ia akan menolak dengan tegas, “NO!” sambil memalingkan mukanya :lol:


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post