Bubur Merah Bubur Putih

26 Nov 2010

buburmerahbuburputih

Kami memang tidak mengadakan ’syukuran resmi’ sewaktu kedua anak kami lahir. Walau begitu bukan berarti kami tidak bersyukur luar biasa atas kelahiran mereka.

Bubur merah dan putih biasa disajikan saat syukuran atau selametan dalam masyarakat Jawa. Saya memang tak terlalu paham bagaimana sejarahnya atau apa filosofi dibaliknya.

Dalam artikel di blog bagusbluesman soal filosofi merah putih disinggung sedikit soal bubur sengkala atau bubur merah putih. Dimana putih artinya asal kehidupan yakni sebelum manusia lahir. Kemudian merah yaitu dunia atau bumi tempat manusia lahir.

Saya membuat bubur merah putih kemarin untuk memenuhi janji saya pada mba dee untuk memperingati lahirnya penghuni baru di rumahkayu. Lahirnya tokoh baru di rumahkayu pasti akan membuat semakin berlimpahnya ide duet penulis di blog tersebut, mba dee dan mas kuti ;) Selamat yaa ..

Bubur Merah Bubur Putih

Bahan:

  • 1/2 cangkir beras putih, cuci bersih
  • 500 ml santan cair
  • 100 ml santan kental
  • 1 lembar daun pandan
  • 1 buah gula merah, sisir atau iris
  • 1/2 sdt garam

Cara membuat:

  1. Rebus beras dengan santan cair, garam, dan daun pandan hingga menjadi bubur –jangan lupa diaduk sesekali
  2. Tambahkan santan kental, aduk rata, masak hingga bubur meletup atau mendidih
  3. Bagi bubur menjadi dua bagian
  4. Tambahkan gula merah yang telah disisir ke dalam satu bagian bubur, masak di atas api kecil, aduk rata hingga bubur berubah warna
  5. Angkat dan sajikan hangat
Lama memasak: 30 menit
Untuk 3 orang


TAGS bubur nasi masak bareng yuuk bubur merah putih celebration


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post