Jul
10
2008
Kami suka sekali empek-empek. Salah satu tempat favorit kami adalah empek-empek 28 yang ada di kawasan ruko Jl. Nusantara samping pasar baru Depok I.
Empek-empek 28 menyediakan beberapa jenis empek-empek, antara lain: empek-empek kapal selam, adaan, lenjer, kulit, dan telur kecil. Tersedia juga empek-empek lenggang yaitu lenjer yang dipotong-potong dan didadar bersama telur dan diberi kuah cuka (nyam yang ini favorit saya).
Selain empek-empek ada juga model dan tekwan. Tekwan terbuat dari ikan dan sagu yang dibuat dalam ukuran kecil-kecil lalu disajikan dengan kuah kaldu udang (kalo ngga salah). Pelengkapnya ada bihun dan kadang ada jamur kuping dan bunga sedap malam.
Kalau model adalah tahu yang isinya tekwan (hehehe). Kuah dan pelengkapnya sama.
Tempat makan ini memang terkenal di kota depok. Bahkan sudah punya cabang di jalan margonda.
(sayang sekali belum ada fotonya)
Jun
24
2008
Menjaga kesehatan itu sulit yah terlebih dengan keinginan jajan yang berlebih seperti saya. Kaya ngga kenyang-kenyang melihat makanan yang dijaja di pinggir jalan atau ngga kuat menahan godaan dari bayangan “enaknya makan ini nih kalo cuaca lagi begini”.
Lapar mata dan lapar mulut kata orang. Ngga banget yah?
Beberapa waktu yang lalu saya sempat menikmati 2 butir durian montong. Enak banget mengingat hampir setahun saya tidak boleh mengkonsumsinya karena hamil. Cuma dua loh tapi besoknya saya makan empekempek super enak dengan cuka yang masam dan pedas.. Ya ampun, untung perut saya ngga apa-apa.
Nanti dulu..
Seminggu kemudian, seperti saya bilang karena lapar mata dan lapar mulut, saya (mungkin dengan perut yang mulai lelah dan terengah-engah) membeli nasi padang. Bisa kebayang apa yang terjadi setelah saya menikmatinya dan kemudian meneguk cola dingin?
Perut saya mulai protes. Saya yang tidak terbiasa dengan perut sakit karena makan sesuatu, mengangap remeh-remeh saja dan ngga ada masalah. Oke!
Paginya kakak ipar saya membelikan sarapan bubur di pasar. Dengan sesendok penuh sambal, saya menikmati bubur itu. Beberapa menit kemudian perut saya sakit, sakit sekali. Saya pikir hal ini mungkin karena sambal dan makan dengan terburu-buru.
Tapi apapun sebabnya, malam itu perut saya bengkak dan sakit luar biasa.
Ampun ya, kali ini saya kena batunya. Mungkin lain kali saya harus lebih pandai memilah mana yang saya butuhkan mana yang untuk memenuhi kepuasan belaka.
Anyway, “Good Meal Comes From Our Own Kitchen, Made by Our Own Hand, Inspired By Our Own Heart“, seperti yang saya percayai…
Mar
26
2008

Saya sering memperhatikan, kalau sedang pulang lewat Margonda, ada penjual sate yang namanya unik. Sate Tulang Tipsy Top, lokasinya di area Kampus Gunadarma yang di Margonda, tepatnya di sebelah toko pakaian bayi Tasya.
Curiosity got the best of me, maka pada Senin (24/3/2008) lalu saya menyempatkan diri untuk membeli sebungkus sate itu. Ternyata memang benar di menu tertera: sate tulang (Rp 20 k).
Continue Reading »
Feb
27
2008
Here’s the ‘pair’ to the Generic Ginger Candy a.k.a. Permen Jahe Sari Wangi. Same price, same brand, same producer, same salesman.
Ingredients listed include crystal sugar cane, natural tamarind and of course the ever so mysterious ‘other’.
Continue Reading »
Feb
13
2008
One of the staple snacks on Jakarta public transport is Ginger Candy and Tamarind Sour Ball. The price is fairly cheap, IDR 1000 per pack of undefined quantity (small, very small). That’s about USD 0.1 (one ten cent?).
Ginger Candy like this are what I like to call ‘Generic’ item. They have brands like, ‘Sari Wangi’ or ‘Jahe Wangi’ or something like that.
Continue Reading »