<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Masuk Dapur</title>
	<link>http://masukdapur.blogdetik.com</link>
	<description>Masuk Dapur: The Blog, The Comic, The Review</description>
	<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 05:38:48 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Nasi Kuning Murah Meriah..</title>
		<link>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/18/57/</link>
		<comments>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/18/57/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 05:20:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hes</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[masak]]></category>

		<category><![CDATA[nasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/18/57/</guid>
		<description><![CDATA[Hunting resep masakan di buku resep dengan bahan dan modal seadanya susah. Kenapa ya ngga ada buku resep yang membuat resep-resep simple dengan modal kecil? (Atau ada tapi saya ngga punya?).
Untungnya Wicak ngga pernah protes walau saya cuma masak nasi goreng untuk makan malam tanpa lauk. Bosan dengan nasi goreng, kali ini saya masak nasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Hunting</em> resep masakan di buku resep dengan bahan dan modal seadanya susah. Kenapa ya ngga ada buku resep yang membuat resep-resep simple dengan modal kecil? (Atau ada tapi saya ngga punya?).</p>
<p>Untungnya Wicak ngga pernah protes walau saya cuma masak nasi goreng untuk makan malam tanpa lauk. Bosan dengan nasi goreng, kali ini saya masak nasi kuning.</p>
<p><img src="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/07/nasikuning.jpg" alt="nasikuning" align="left" border="0" width="229" height="200" />Bahan:</p>
<ul>
<li>1 1/2 cangkir beras</li>
<li>2 cm  kunyit, haluskan tambahkan 1/2 cangkir air, saring</li>
<li> 1 batang sereh</li>
<li>1 daun salam</li>
<li>1 1/2 sdm garam</li>
</ul>
<p>Caranya:</p>
<p>Karena saya memasak dengan <em>rice cooker </em>(:p), semua bahan diatas dicampur dan diberi tambahan air sesuai takaran beras</p>
<p>Pelengkapnya:</p>
<p>Kering tempe, sambal kacang, dan timun.</p>
<p>Lumayan kok <img src='http://masukdapur.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/18/57/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MSG: Amankah?</title>
		<link>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/16/msg-amankah/</link>
		<comments>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/16/msg-amankah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 11:21:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hes</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[dapur]]></category>

		<category><![CDATA[masak]]></category>

		<category><![CDATA[msg]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/16/msg-amankah/</guid>
		<description><![CDATA[Wuaduh ngga biasa cari informasi ni jadi tersesat di dunia maya. Untung banyak petunjuk jalan. Hehe..
Jadi sebenarnya aman ngga sih penggunaan MSG itu?
Saya menemukan artikel tahun 2000 dari sedap-sekejap.com soal MSG tersebut. Isinya berupa informasi tentang kemungkinan berperannya MSG dalam penyakit-penyakit tertentu.
Ada lagi artikel tanggal 18 Juli 2008 dalam majalahtrust.com tentang resiko MSG untuk anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wuaduh ngga biasa cari informasi <em>ni </em>jadi tersesat di dunia maya. Untung banyak petunjuk jalan. Hehe..</p>
<p>Jadi sebenarnya aman ngga <em>sih </em>penggunaan MSG itu?</p>
<p>Saya menemukan artikel tahun 2000 dari <strong>sedap-sekejap.com</strong> <a href="http://www.sedap-sekejap.com/artikel/2000/edisi2/files/tekno.htm" title="MSG">soal MSG</a> tersebut. Isinya berupa informasi tentang kemungkinan berperannya MSG dalam penyakit-penyakit tertentu.</p>
<p>Ada lagi artikel tanggal 18 Juli 2008 dalam <strong>majalahtrust.com</strong> <a href="http://www.majalahtrust.com/danlainlain/kesehatan/357.php" title="MSG untuk anak">tentang resiko MSG untuk anak </a>yang menyebutkan tentang bahayanya mengkonsumsi MSG dalam jumlah yang berlebih.</p>
<p>Lain lagi  artikel di <strong>wartakota.co.id</strong> tanggal 7 Mei 2008 yang menyebutkan soal <strike>ngga</strike> <a href="http://www.wartakota.co.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=3690" title="MSG Aman">amannya penggunaan MSG</a>. Tapi tentu saja artikel ini dibuat oleh perusahaan yang memasarkan MSG<font color="#000000"> :p<br />
</font></p>
<p>Jadi kesimpulannya boleh dikatakan sebenarnya MSG tidak berbahaya jika dikonsumsi sesuai anjuran dan dalam batas yang normal.</p>
<p><em>Dengan kata lain kalau bisa dihindari sebaiknya dihindari deh..</em></p>
<p><strong>Sihirhujan:</strong></p>
<p>Mau nambahin dikit nih.. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Glutamic_acid_%28flavor%29#Excitotoxicity">kalau menurut Wikipedia</a>, Mono Sodium Glutamat itu dicerna cepat sehingga berpotensi menimbulkan peningkatan seketika konsentrasi glutamat dalam darah.</p>
<p>Uji pada mencit (tikus percobaan di laboratorium yang masih anak-anak) menunjukkan efek yang cukup seraaam:</p>
<blockquote><p><em>cause damage to areas of the brain unprotected by the <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Blood-brain_barrier" title="Blood-brain barrier">blood-brain barrier</a> and that a variety of <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chronic_%28medicine%29" title="Chronic (medicine)">chronic diseases</a> can arise out of this <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Neurotoxicity" title="Neurotoxicity">neurotoxicity</a>.</em></p></blockquote>
<p>Kalo dosen di IPB dulu bilang, penggunaan MSG secara normal diyakini tak menimbulkan efek negatif. Namun, menurut sang Dosen, asam amino glutamat yang dihasilkan oleh MSG akan masuk dalam sistem tubuh (darah) dan tidak dibuang <strike>dalam</strike> melalui urine.</p>
<p>Nah kalau begitu, pertanyaan berikutnya adalah: Batas penggunaan normal MSG itu seberapa?</p>
<p>Jawabannya: tidak ada angka Acceptable Daily Intake (ADI) untuk MSG. Ini sama seperti garam atau gula.</p>
<p>Aman dong? Ya belum tentu, karena sebuah studi konon menunjukkan efek negatif pada <strong>orang tertentu</strong> jika mengkonsumsi MSG dalam jumlah 3 gram atau lebih. Efek negatif konon lebih berisiko pada anak-anak dan orang dengan kelainan pada hati.</p>
<p><em>Better to be save than to be sorry kan?</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/16/msg-amankah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Somayyyy..</title>
		<link>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/16/somayyyy/</link>
		<comments>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/16/somayyyy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 07:44:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hes</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[masak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/16/somayyyy/</guid>
		<description><![CDATA[Punya kentang, pare, dan udang. Diapain ya? Itu pertanyaan yang saya layangkan dalam thread &#8216;Mau masak apa hari ini?&#8217; di forum detikfood.
Salah satu anggotanya menyarankan untuk membuat Siomay. Salah satu jenis dim sum ini memang pas banget dimakan dengan pare, kol, kentang, telur rebus, dan tahu dipadukan dengan saus kacang yang pedas dan manis. Nyam. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Punya kentang, pare, dan udang. Diapain ya?</em> Itu pertanyaan yang saya layangkan dalam<em> thread</em> &#8216;Mau masak apa hari ini?&#8217; di forum detikfood.</p>
<p>Salah satu anggotanya menyarankan untuk membuat Siomay. Salah satu jenis dim sum ini memang pas banget dimakan dengan pare, kol, kentang, telur rebus, dan tahu dipadukan dengan saus kacang yang pedas dan manis. Nyam. <em>Great idea! </em></p>
<p><strong>Siomay Pare</strong><img src="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/07/somay2.jpg" alt="Somay" align="right" border="0" /></p>
<p>Bahan:</p>
<ul>
<li>3 buah pare, potong 3 bagian, buang bagian tengah</li>
<li>150 gr udang</li>
<li>75 gr tepung tapioka</li>
<li>1 batang daun bawang, rajang halus</li>
<li>1 sdt garam</li>
<li>1/2 sdt merica bubuk</li>
</ul>
<p>Cara membuat:</p>
<ul>
<li>aduk menjadi satu bahan untuk siomay kecuali pare tambahkan sedikit air (2-3 sdm)</li>
<li>masukan adonan ke dalam pare (yang telah dibuang bagian tengahnya)</li>
<li>kukus selama kurang lebih 20 menit (atau lebih lama kalau suka pare yang lebih empuk)</li>
</ul>
<p>Bahan pelengkap:</p>
<ul>
<li>3 buah kentang, potong 4 bagian, kukus</li>
<li>3 buah telur, rebus, potong dua bagian</li>
</ul>
<p>Bahan pelengkap yang bisa ditambahkan tapi saya lagi ngga punya:</p>
<ul>
<li>3 lembar daun kol yang direbus kemudian digulung</li>
<li>3 tahu putih, potong segitiga, rebus sebentar</li>
</ul>
<p><strong>Sambal kacang</strong></p>
<p>Haluskan:</p>
<ul>
<li>100 gr kacang tanah goreng</li>
<li>3 buah cabe merah</li>
<li>2 buah bawang putih</li>
<li>1 sdt garam</li>
<li>2 sdt cuka</li>
<li>gula merah secukupnya (sesuai selera)</li>
<li>1/2 cangkir air putih matang</li>
</ul>
<p>gud lak!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/16/somayyyy/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bumbbuu Penyyedap..</title>
		<link>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/16/bumbbuu-penyyedyap/</link>
		<comments>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/16/bumbbuu-penyyedyap/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 04:06:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hes</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[dapur]]></category>

		<category><![CDATA[masak]]></category>

		<category><![CDATA[bumbu]]></category>

		<category><![CDATA[bumbu instan]]></category>

		<category><![CDATA[saus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/16/bumbbuu-penyyedyap/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau sedang mepet uang belanja kadang-kadang dituntut kreativitas ibu rumah tangga dalam mengolah bahan makanan yang ada (atau yang murah) menjadi masakan yang enak dan, kalau bisa, bergizi juga yang lebih penting adalah porsi yang cukup untuk seluruh keluarga. Ya ampyuun..

Dalam petualangan masak memasak, itulah salah satu tantangannya. Kadang-kadang bikin semangat tapi kadang-kadang kelimpungan juga.
Andalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau sedang <em>mepet</em> uang belanja<em> </em>kadang-kadang dituntut kreativitas ibu rumah tangga <img src="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/07/tumis.jpg" alt="Tumisan" align="right" border="0" height="224" width="294" />dalam mengolah bahan makanan yang ada (atau yang murah) menjadi masakan yang enak dan, kalau bisa, bergizi juga yang lebih penting adalah porsi yang cukup untuk seluruh keluarga. <em>Ya ampyuun..<br />
</em></p>
<p>Dalam petualangan masak memasak, itulah salah satu tantangannya. Kadang-kadang bikin semangat tapi kadang-kadang kelimpungan juga.</p>
<p><img src="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/07/resep1.jpg" alt="Resep" align="left" border="0" height="617" width="363" />Andalan saya kalau sedang <em>mepet </em>begini adalah saus tiram, saus teriyaki,  kecap inggris, dan kecap <strong>Bango </strong>(tanpa bermaksud beriklan walau dicetak tebal). Bahan yang ada biasanya cuma ditumis dengan tambahan salah satu (atau salah dua) dari beberapa saus tersebut.</p>
<p>Saus dan kecap itu harus ada dalam persediaan.</p>
<p>Selain saus-saus tersebut yang kadang mengandung bumbu penyedap <em>monosodium glutamat (msg)</em>, saya tidak menggunakan kaldu instan dan atau bumbu penyedap dalam masakan saya. Saya juga jarang memasak dengan bumbu instan. Saya lebih suka perpaduan garam dan gula untuk menyedapkan masakan.</p>
<p>Tapi saya tidak antipati terhadap bumbu-bumbu instan <em>kok</em>. Buktinya selama dua hari berturut-turut beberapa waktu lalu, saya memasak dengan beragam bumbu instan mulai dari bumbu instan untuk soto ayam, bumbu serba guna untuk tumisan kangkung, dan kaldu ayam instan untuk sup jagung.</p>
<p>Hasilnya memang tidak mengecewakan takarannya pas dan rasanya gurih sekali. <em>Tapi kok saya tidak sreg yaa..</em></p>
<p>Saya dan Wicak juga penggemar mi instan dan saus botolan dan jangan lupakan jajanan pasar dan atau mi ayam yang lewat depan rumah.</p>
<p><em>Tahu sendirikan abang tukang bakso suka menambahkan bumbu </em><em>penyedapnya ngga tanggung-tanggung, makanya saya suka minta untuk tidak ditambahkan bumbu itu. Seharusnya harga mi ayamnya dikurangi ya atau paling ngga ditambah baksonya satu :p</em></p>
<p>Kita tidak tahu berapa banyak bumbu dan atau bahan penyedap terutama <em>msg</em> yang ditambahkan ke dalam masakan yang kita beli di pasar atau di jalan, jadi waspadalah.</p>
<p><em>Waspada? Tapi msg apaan sih&#8230;</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/16/bumbbuu-penyyedyap/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Balada Keripik Kentang</title>
		<link>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/10/balada-keripik-kentang/</link>
		<comments>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/10/balada-keripik-kentang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 09:07:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hes</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[masak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/10/balada-keripik-kentang/</guid>
		<description><![CDATA[Balado (bukan balada) keripik kentang jadi andalan saat sedang tidak ada lauk. Biasanya dikombinasikan dengan teri dan kacang goreng.
Balado keripik kentang ini mudah membuatnya tetapi memakan waktu yang cukup lama. jadi harus benar-benar menyempatkan diri dan meyiapkan waktu yang cukup banyak untuk mengolah penganan yang satu ini.
Bahan:

1/2 kg kentang, kupas, iris tipis-tipis, cuci bersih
2 buah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/07/kentang-balado.jpg" alt="kentang-balado.jpg" align="left" height="222" width="295" />Balado (bukan balada) keripik kentang jadi andalan saat sedang tidak ada lauk. Biasanya dikombinasikan dengan teri dan kacang goreng.<br />
Balado keripik kentang ini mudah membuatnya tetapi memakan waktu yang cukup lama. jadi harus benar-benar menyempatkan diri dan meyiapkan waktu yang cukup banyak untuk mengolah penganan yang satu ini.<br />
Bahan:</p>
<ul>
<li>1/2 kg kentang, kupas, iris tipis-tipis, cuci bersih</li>
<li>2 buah daun jeruk, iris tipis</li>
</ul>
<p>Bahan yang dihaluskan:</p>
<ul>
<li>5 buah cabai merah besar</li>
<li>3 buah bawang putih</li>
<li>5 sdm minyak goreng</li>
<li>Sedikit asam masak</li>
</ul>
<p>Cara membuat:</p>
<ul>
<li>goreng hingga kering kentang yang telah diiris tipis, sisihkan</li>
<li>tumis bumbu yang sudah dihaluskan dan daun jeruk hingga masak</li>
<li>matikan api</li>
<li>masukan kentang, aduk rata</li>
<li>siap disajikan</li>
</ul>
<p>gud lak!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/10/balada-keripik-kentang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Empekempek 28</title>
		<link>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/10/empekempek-28/</link>
		<comments>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/10/empekempek-28/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 05:28:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hes</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[makan]]></category>

		<category><![CDATA[depok]]></category>

		<category><![CDATA[empek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/10/empekempek-28/</guid>
		<description><![CDATA[Kami suka sekali empek-empek. Salah satu tempat favorit kami adalah empek-empek 28 yang ada di kawasan ruko Jl. Nusantara samping  pasar baru Depok I.
Empek-empek 28 menyediakan beberapa jenis empek-empek, antara lain: empek-empek kapal selam, adaan, lenjer, kulit, dan telur kecil. Tersedia juga empek-empek lenggang yaitu lenjer yang dipotong-potong dan didadar bersama telur dan diberi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kami suka sekali empek-empek. Salah satu tempat favorit kami adalah empek-empek 28 yang ada di kawasan ruko Jl. Nusantara samping  pasar baru Depok I.</p>
<p>Empek-empek 28 menyediakan beberapa jenis empek-empek, antara lain: empek-empek kapal selam, adaan, lenjer, kulit, dan telur kecil. Tersedia juga empek-empek lenggang yaitu lenjer yang dipotong-potong dan didadar bersama telur dan diberi kuah cuka (nyam yang ini favorit saya).</p>
<p>Selain empek-empek ada juga model dan tekwan.  Tekwan terbuat dari ikan dan sagu yang dibuat dalam ukuran kecil-kecil lalu disajikan dengan kuah kaldu udang (kalo ngga salah). Pelengkapnya ada bihun dan kadang ada jamur kuping dan bunga sedap malam.</p>
<p>Kalau model adalah tahu yang isinya tekwan (hehehe). Kuah dan pelengkapnya sama.</p>
<p>Tempat makan ini memang terkenal di kota depok. Bahkan sudah punya cabang di jalan margonda.</p>
<p>(sayang sekali belum ada fotonya)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/10/empekempek-28/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Satu Sendok Makan</title>
		<link>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/08/satu-sendok-makan/</link>
		<comments>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/08/satu-sendok-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 09:57:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hes</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[dapur]]></category>

		<category><![CDATA[alat masak]]></category>

		<category><![CDATA[masak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/08/satu-sendok-makan/</guid>
		<description><![CDATA[Ulang tahun saya yang ke 28 tahun lalu, Wicak menghadiahi saya beberapa perlengkapan memasak. Jujur saja, saya tidak pernah terpikir untuk  membeli perlengkapan tersebut. Tapi sekarang perlengkapan itu melengkapi dapur dan petualangan saya dalam memasak.
Salah satu perlengkapan yang kemudian jadi favorit saya adalah sendok takar. Ooh, ternyata ukuran satu sendok makan itu tidak sama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ulang tahun saya yang ke 28 tahun lalu, Wicak menghadiahi saya beberapa perlengkapan memasak. Jujur saja, saya tidak pernah terpikir untuk  membeli perlengkapan tersebut. Tapi sekarang perlengkapan itu melengkapi dapur dan petualangan saya dalam memasak.</p>
<p>Salah satu perlengkapan yang kemudian jadi favorit saya adalah sendok takar. <em>Ooh, ternyata ukuran satu sendok makan itu tidak sama dengan satu sendok yang biasa dipakai untuk makan.</em>.</p>
<p><img width="440" height="337" border="1" align="left" alt="Sendok takar" src="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/07/sendoktakar.jpg" /></p>
<p>Pada masing-masing pegangan sendok takar itu ada keterangannya,</p>
<ul>
<li>1 sdm = 15 ml</li>
<li>1 sdt = 5 ml</li>
<li>1/2 sdt = 2 ml</li>
<li>1/4 sdt = 1 ml</li>
</ul>
<p>Jadi kalau misalnya ada resep yang menyebutkan &#8216;16 ml kecap asin&#8217;,  itu berarti sama saja dengan 1 sdm dan 1/4 sdt. Seru ya? <img src='http://masukdapur.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/08/satu-sendok-makan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Feeling so good</title>
		<link>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/01/feeling-so-good/</link>
		<comments>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/01/feeling-so-good/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 06:19:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hes</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[dapur]]></category>

		<category><![CDATA[masak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/01/feeling-so-good/</guid>
		<description><![CDATA[Serius deh kalo dah biasa di dapur dan biasa masak, urusan takar menakar cuma urusan filing ..
Itu kenapa kalau filing saya not so good, masakan saya hancur berantakan ..
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Serius deh kalo dah biasa di dapur dan biasa masak, urusan takar menakar cuma urusan filing ..</p>
<p>Itu kenapa kalau filing saya <em>not so good</em>, masakan saya hancur berantakan ..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/07/01/feeling-so-good/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menu Selama Sakit</title>
		<link>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/06/28/menu-selama-sakit/</link>
		<comments>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/06/28/menu-selama-sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 18:09:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hes</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[masak]]></category>

		<category><![CDATA[bayam]]></category>

		<category><![CDATA[bubur]]></category>

		<category><![CDATA[kari]]></category>

		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masukdapur.blogdetik.com/2008/06/28/menu-selama-sakit/</guid>
		<description><![CDATA[Dokter bilang sebaiknya saya makan yang lunak-lunak dan tidak pedas dulu beberapa waktu ini sampai lambung saya membaik seperti sedia kala. Mmmmh? Oke! Ngga masalah. Dia ngga bilang soal masakan berbumbu kan? He he he&#8230;
Kata siapa orang sakit lambung sulit makan? Saya ngga tuh. Kayanya nipu banget yah, kok sakit lambung malah doyan makan, bukannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dokter bilang sebaiknya saya makan yang lunak-lunak dan tidak pedas dulu beberapa waktu ini sampai lambung saya membaik seperti sedia kala. Mmmmh? Oke! Ngga masalah. Dia ngga bilang soal masakan berbumbu kan? He he he&#8230;</p>
<p>Kata siapa orang sakit lambung sulit makan? Saya ngga tuh. Kayanya <em>nipu </em>banget yah, kok sakit lambung malah doyan makan, bukannya kalau diisi tambah sakit dan mual?</p>
<p>Tapi mulut saya ngga pahit walau mungkin lambung memang agak sakit sehabis makan tapi itu ngga menghalangi saya untuk mengunyah sesuatu yang tentu saja .. l u n a k!</p>
<p>Teman saya menasihati saya di salah satu sms-nya, &#8216;Ngga boleh makan yang keras-keras dulu yah? Tapi harus dipaksain makan, Hes. Walau hambar dan mungkin bikin mual. Supaya cepat sembuh&#8217;.</p>
<p>Tapi menurut saya makanan lunak bukan berarti harus hambar dan membuat mual. Dan lagi pula temn saya itu tidak tahu kalau sakit kali ini tidak membuat saya kehilangan selera makan sama sekali. Hehe..</p>
<p>Saya memang belum punya pengetahuan apa y<a href="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burbyam.jpg" title="bubur bayam"></a>ang boleh dan tidak boleh dimakan saat sedang sakit lambung. Saya cuma berusaha untuk tetap makan dan bisa makan selama saya sakit. Triknya gampang<a href="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/buburbayam.jpg" title="buburbayam.jpg"></a><a href="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burbyam.jpg" title="burbyam.jpg"></a><a href="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burbyam.jpg" title="burbyam.jpg"></a><a href="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burbyam.jpg" title="burbyam.jpg"></a><a href="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burbyam.jpg" title="burbyam.jpg"></a><a href="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burkari.jpg" title="burkari.jpg"></a> asal mau masuk dapur&#8230;</p>
<p><strong>Bubur Nasi</strong></p>
<ul>
<li>Cuci bersih 1/2 gelas beras<a href="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burkari.jpg" title="burkari.jpg"></a></li>
<li>Masukan dalam panci</li>
<li>Tambahkan 3 gelas air matang dan 1 cm jahe y<a href="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burkari.jpg" title="burkari.jpg"></a>ang sudah dikupas</li>
<li>Masak sampai air agak mengering</li>
<li>Jangan lupa sesekali diaduk supaya tidak gosong</li>
</ul>
<p>* Memang hambar kalau ngga ditambahin lauk. Saya memakannya dengan taburan abon atau kecap manis atau kecap asin.</p>
<p><strong>Bubur Nasi Sayur Bayam<a href="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burbyam.jpg" title="burbyam.jpg"><img src="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burbyam.jpg" alt="Bubur Bayam" align="left" border="1" height="237" width="316" /></a></strong></p>
<p>Bahan: <a href="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burbyam.jpg" title="burbyam.jpg"></a><a href="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burbyam.jpg" title="burbyam.jpg"></a><a href="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burkari.jpg" title="burkari.jpg"></a></p>
<ul>
<li>1 ikat bayam,<a href="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burbyam.jpg" title="burbyam.jpg"></a> siangi, cuci</li>
<li>1 buah jagung manis, potong sesuai selera, cuci</li>
<li>3 siung bawang merah, iris tip<a href="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burbyam.jpg" title="burbyam.jpg"></a>is</li>
<li>1 cm kencur yang telah dikupas</li>
<li>1/2 sdt garam</li>
<li>1/2 sdt gula pasir</li>
<li>3 gelas air matang</li>
</ul>
<p>Cara membuat:</p>
<ul>
<li>Rebus air sampai mendidih<a href="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burkari.jpg" title="burkari.jpg"></a></li>
<li>Masukan jagung, bawang, kencur, garam, dan gula</li>
<li>Masak sampai jagung matang</li>
<li>Masukkan daun bayam</li>
<li>Masak selama kurang lebih 3 menit</li>
<li>Angkat</li>
<li>Hidangkan bersama bubur</li>
</ul>
<p>* Rasanya Lumayan kok. Sayur bening bayam saya kali ini gurih karena perpaduan garam dan gula yang saya tambahkan agak lebih banyak dari biasanya. Saya memakan kuahnya terpisah. Untuk mengurangi rasa hambar bubur dan sayurnya saya menyeruput kuahnya yang gurih. N<a href="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burkari.jpg" title="burkari.jpg"></a>yam..</p>
<p><strong>Bubur Nasi Kari Udang</strong></p>
<p>Bahan: <a href="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burkari.jpg" title="burkari.jpg"><img src="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burkari.jpg" alt="burkari.jpg" align="right" border="1" height="215" width="286" /></a></p>
<ul>
<li>1 cangkir udang buang cangkangnya</li>
<li>1 buah kentang, potong sesuai selera, goreng setengah matang</li>
<li>1 bungkus kecil krupuk kulit (krecek)</li>
<li>2 gelas air</li>
</ul>
<ul>
<li>Haluskan: 1,2 sdt garam, 1/2 <a href="http://masukdapur.blogdetik.com/files/2008/06/burkari.jpg" title="burkari.jpg"></a>sdt gula pasir, 3 siung Bawang merah, 1 buah bawang putih, 1 cm kunyit, 3 buah kemiri</li>
</ul>
<p>Cara membuat:</p>
<ul>
<li>Tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai harum</li>
<li>Masukan air</li>
<li>Masak hingga air mendidih</li>
<li>Masukan kentang, udang, dan krecek</li>
<li>Masak sebentar sampai udang berubah warna</li>
</ul>
<p>* Rasanya gurih banget. Saya memadukannya dengan bubur, taburan sedikit emping, dan kecap manis (saya punya merk kecap favorit yang memang enak banget untuk semua masakan).</p>
<p>gud lak!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/06/28/menu-selama-sakit/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Yah, Ampun Saya Sakit!</title>
		<link>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/06/24/yah-ampun-saya-sakit/</link>
		<comments>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/06/24/yah-ampun-saya-sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 15:21:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hes</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[makan]]></category>

		<category><![CDATA[jajan]]></category>

		<category><![CDATA[masakan]]></category>

		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masukdapur.blogdetik.com/2008/06/24/yah-ampun-saya-sakit/</guid>
		<description><![CDATA[Menjaga kesehatan itu sulit yah terlebih dengan keinginan jajan yang berlebih seperti saya. Kaya ngga kenyang-kenyang melihat makanan yang dijaja di pinggir jalan atau ngga kuat menahan godaan dari bayangan &#8220;enaknya makan ini nih kalo cuaca lagi begini&#8221;.
Lapar mata dan lapar mulut kata orang. Ngga banget yah?
Beberapa waktu yang lalu saya sempat menikmati 2 butir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjaga kesehatan itu sulit yah terlebih dengan keinginan jajan yang berlebih seperti saya. Kaya ngga kenyang-kenyang melihat makanan yang dijaja di pinggir jalan atau ngga kuat menahan godaan dari bayangan &#8220;enaknya makan ini nih kalo cuaca lagi begini&#8221;.</p>
<p>Lapar mata dan lapar mulut kata orang. Ngga banget yah?</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu saya sempat menikmati 2 butir durian montong. Enak banget mengingat hampir setahun saya tidak boleh mengkonsumsinya karena hamil. Cuma dua loh tapi besoknya saya makan empekempek super enak dengan cuka yang masam dan pedas.. Ya ampun, untung perut saya ngga apa-apa.</p>
<p>Nanti dulu..</p>
<p>Seminggu kemudian, seperti saya bilang karena lapar mata dan lapar mulut, saya (mungkin dengan perut yang mulai lelah dan terengah-engah) membeli nasi padang. Bisa kebayang apa yang terjadi setelah saya menikmatinya dan kemudian meneguk cola dingin?</p>
<p>Perut saya mulai protes. Saya yang tidak terbiasa dengan perut sakit karena makan sesuatu, mengangap remeh-remeh saja dan ngga ada masalah. Oke!</p>
<p>Paginya kakak ipar saya membelikan sarapan bubur di pasar. Dengan sesendok penuh sambal, saya menikmati bubur itu. Beberapa menit kemudian perut saya sakit, sakit sekali. Saya pikir hal ini mungkin karena sambal dan makan dengan terburu-buru.</p>
<p>Tapi apapun sebabnya, malam itu perut saya bengkak dan sakit luar biasa.</p>
<p>Ampun ya, kali ini saya kena batunya. Mungkin lain kali saya harus lebih pandai memilah mana yang saya butuhkan mana yang untuk memenuhi kepuasan belaka.</p>
<p>Anyway, &#8220;<strong><em>Good Meal Comes From Our Own Kitchen, Made by Our Own Hand, Inspired By Our Own Heart</em></strong>&#8220;, seperti yang saya percayai&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://masukdapur.blogdetik.com/2008/06/24/yah-ampun-saya-sakit/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.266 seconds -->
